Rabu, 09 Januari 2013

WELCOME 2013........................

DAH LAMA NIH GA NULIS DI BLOG...DA SETAHUN....
Alhamdulillah dah masuk lagi tahun 2013, rasanya tahun ini musti buat resolusi baru lagi. Tahun lalu, ada beberapa pencapaian yang belum semua terpenuhi, salah satunya adalah menyelesaikan tesis kedua di Icas. entah kenapa rasanya males banget!. bayangin aja, baca buku bahan tesisnya aja, satu buku pun dah dua tahun ini ga abis-abis...yah lantaran emang ga dibaca-baca sih hehehehe............kedua, masalahnya adalah nilai di icas yang aneh. masa diantara sekian nilai ada satu nilai yang hilang sementara nilai teman-teman lainnya ada. padahal, dari semester pertama sampai akhir selalu mendapat nilai baik dan free charges!. jadi bikin rada malesnya ya itu aja sih..secara aneh aja ilang nilainya sementara jumlah kehadiran itu hampir 100 persen hadir, so???
LANJUT.........
anyway, aku akan tetep usahain deh di tahun ini moga kelarrr.........amin. terus keinginan untuk beli-beli gadget yang sampe skarang belum kesampean juga, salah sendiri sih, berubah-brubah terus maunya...bis gadgetnya sendiri juga gituuu. bis keluar yang ini dia kluarin lagi yg lebih canggih...yah jadinya kan ga jadi2 terus belinya....secara duitnya juga kepake terus hahaha.... untuk kehidupanku sendiri, diawal tahun ini puji syukur boleh dibilang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. aku merasa lebih mandiri, lebih hidup dan lebih merasa dimanusiakan. aku banyak belajar dari masa lalu...........tentang keegoisanku, rasa gengsi selangit, gak mau tau perasaan orang lain, pendendam dan lain-lain sekarang seiring usia juga yang bertambah semua sudah mulai bergeser. dulu merasa diri muda dan cantik, kita menilai diri kita sendiri tinggi dan mahal sekali. tapi begitu menikah dan menjadi milik suami, tentu sudah tak bisa jual mahal lagi..walau tetap saja aku jual mahal saat itu..tapi publik juga sudah melihatnya berbeda. bahwa kita sudah bukan ting-ting lagi, sudah berstatus 'istri'. status yang semakin membatasi ruang gerak dan sikap sebagai diri sendiri lantaran harus banyak menerima toleransi dari pihak suami. jadilah aku seorang lita yang sok jaim, sok alim dan sok jaga diri. aku membuat pagar disekitar rumah tanggaku dari omongan orang dan dari oranglain tahu isi masalah rumah tanggaku. karena hal itu juga aku terbatasi dalam hal pergaulan, nyaris tak pernah berhubungan sosial dengan teman-teman semasa skolah maupun kuliah dulu........makajadilah aku saat itu dikatai "katak dalam tempurung"........ tapi berkat kesabaranku, tembok pagar yang kubuat mungkin tak terlalu kuat menahan arus gelombang pasang. ketika badai menerjang, pagar itu runtuh. walau aku tetap menjaga sampai tetes darah penghabisan, namun terjangan badai yang terlalu kencang dan konstan itu akhirnya membuatku tak berdaya. bukan menyerah, tetapi memang sudah tak brdaya akhirnya cuma bisa pasrah saja. maka laut itupun menelan rumahtanggaku.........kandas. disitulah aku berkaca, bahwa kecantikan dan jual gengsi tinggi kadang sudah kurang ada arti lagi kalau sudah kita dimiliki oranglain. apalagi klo sudah kita yang jatuh cinta...kesalahanku saat itu adalah, jatuh cinta justru disaat badai datang...jadi, kesadaran dan pengorbanan atas nama cinta justru menjadi sangat besar bahkan mengalahkan nilai harga diri!. apa yang dulu disebut 'cantik', gengsi selangit', jika sudah dalam kondisi begitu........sudah tak ada lagi, malah sebaliknya...penuh mengorbankan diri.......korban perasaan, korban sakit hati, korban fisik dan mental juga...pokoknya korban semuanya demi 'cinta' nya yang diterjang badai bisa diraih lagi. disitulah akhirnya, kita mesti bisa bersikap arif pada diri sendiri.......... tapi semua itu membuat kita justru menjadi kuat untuk terjangan badai selanjutnya sudah bisa kita antisipasi...........nah disinilah justru "Nikmat"nya; memasuki babak baru kehidupanku, tentu juga tak semulus kata dalam cerita......tetap dan pasti semuanya mengalami sedikit banyaknya huru hara. sejauh kita masih bisa mengatasinya kedepan insya allah sudah menjadi lebih baik. dan ditahun ini adalah tahun ketiga, aku mulai banyak mengerti hidup dan dewasa dalam menghadapi segalanya. bukan bermaksud membandingkan, tetapi lebih kepada sebagai ungkapan perasaan..dan merasa lebih baik saja sih...begini;..................(bersambung)