Selasa, 15 Desember 2009

TAKUTT??????................

Seringkali kita takut oleh sesuatu yang sebenarnya belum terjadi. Anehnya, ketakutan itu seringkali juga menjadi beban sendiri. Padahal kalo dipikir-pikir apa yang ditakuti kan belum benar-benar menimpa…

Apa sih takut?

Aku rasa takut itu adalah sesuatu perasaan, asumsi, perkiraan dan kecemasan yang berbaur sekaligus terhadap sesuatu yang kita belum ketahui, belum kita kenali atau belum kita pahami. Masalahnya yang juga jadi pertanyaanku selama ini adalah, dari mana asal takut ? kenapa ada rasa takut?

Seperti hal nya lidah yang dapat mengecap rasa asin, asam, manis dan pedas. Barangkali demikian juga dengan rasa takut, tetapi tentu saja bukan lidah, mungkin otak. Otak mengirim perintah untuk membuat perisai-perisai antibody terhadap apa yang dicemaskan diri dari ketidak tahuannya itu. Antibody itu mungkin berupa kulit yang merinding, keringat dingin, atau mata yang terpejam. Dengan kata lain, otak mengirim sinyal perlindungan diri dari kecemasan manusia terhadap ketidak tahuannya terhadap sesuatu berupa itu tadi, bulu kuduk berdiri, keringat dan lain sebagainya. Bentuk-bentuk antibody atau perlindungan diri itulah yang kemudian dikenal dengan rasa takut.

Kenapa kita suka takut sama setan?

Selama ini salah satu hal yang paling ditakuti manusia adalah setan, jin atau mahluk halus lainnya. Pertanyaannya adalah; mengapa?

Aku rasa, takutnya kita terhadap setan, jin, tuyul dan mahluk halus lainnya itu dikarenakan kita belum pernah melihat mahluk itu sebelumnya. Bisa juga karena kita tidak biasa melihat wujud mahluk aneh itu dalam keseharian yang nyata. Normalnya kita melihat sesame manusia dengan gambaran fisik yang seperti sehari-hari kita temui, karena terbiasa dengan sosok nyata dan kita anggap normal itulah maka kita tidak takut dan biasa saja. Lain halnya dengan sosok setan yang misalnya tiba-tiba muncul tanpa kepala, tentu kita akan takut!. Mungkin lebih kepada syok sebenarnya, kaget karena tak terbiasa melihat sosok diluar ukuran normal kita. Jadi kita anggap itu takut. Barangkali jika sosok tanpa kepala itu sudah seringkali muncul dan ada dikeseharian kita dan berinteraksi seperti biasa, tentu kita sudah tidak kaget lagi dan tidak takut lagi lantaran sosok itu sudah familiar. Sosok itu sudah tidak kita anggap menakutkan lagi. Jadi, seandainya wujud aneh setan-setan itu muncul saja dipandangan nyata manusia dan menjadi bagian keseharian kita, barangkali kita tidak perlu takut lagi pada yang namanya setan itu. Ya kan?

Takut pada musuh?

Sama halnya rasa takut dengan yang lain, takut pada musuhpun dikarenakan kita tidak mengenali sang musuh sebelumnya. Sehingga, kecemasan-kecemasan yang belum tentu terjadi itu menguasai pikiran dan hati lalu terekspresi pada keluarnya keringat dingin atau pun perut yang mules. Kenapa harus takut sama musuh? Takut, bisa juga karena rasa bersalah yang muncul di dalam diri. Kenapa rasa takut muncul setelah merasa bersalah? Hal itu karena kita tidak mengetahui apakah yang kita anggap salah itu benar salahnya, kita juga tidak mengetahui jika itu benar salahnya hukuman apa yang akan kita terima. Jadi, ketakutan-ketakutan itu muncul selalu disebabkan oleh yang namanya’ KETIDAK TAHUAN’ kita akan apa yang belum terjadi.

Takut pada Tuhan?

Bersambung…….