Selasa, 22 Desember 2009

Is my 36 years of my life

Tonight, 1.30 am..22 dec 2009

Is my 36 years of my life…

Mungkin belum terlalu banyak jalan yang kutempuh, belum juga terlalu banyak cerita yang kubuat tapi setidaknya sudah ada beberapa yang menjadi hikmah buatku.

Di penghujung 36 tahun ini, aku bertanya pada diri sendiri, sudah bergunakah diriku bagi orang banyak? Sudah berapa banyak kebaikan yang kubuat? Dan sudah berapa banyakkah dosa yang aku perbuat? Di penghujung malam ini, aku merenungi lagi…perjalanan duniaku yang tak seberapa ini. Awal tahun lalu, aku masih gelisah dengan diriku, aku masih bertanya tentang dimana seharusnya aku. Dua bulan kemarin, aku sudah putuskan langkahku dan merasa mantap dengan keputusanku itu, walau hingga kini masih abu-abu. Walau terkesan konyol, tapi aku sudah membuat keputusanku sendiri, yang aku sadari sendiri konsekwensinya dan menerimakan apa adanya. Mungkin, ini kali pertama dalam alur kedewasaanku membuat jalanku sendiri. Agak terlambat memang, dibanding orang-orang lain yang diusia ini sudah mengukir banyak prestasi. Aku hanya baru menyadarinya saja sekarang…jika ternyata sangat menyenangkan menjadi dirimu sendiri yang bisa membuat keputusanmu sendiri dan melakukan segalanya tanpa harus ada yang takut menghalangi. Masa itu ternyata baru kudapati diusia ini!.

Mengapa aku mengatakan begitu? Sewaktu kecil, semenjak mulai bangun tidur hingga hendak tidur lagi, semua sudah diatur oleh ibu, bapak, kakak atau nenek kita. Dari mulai pakai baju, diambilkan yang sama dan harus seragam dengan kakak, makan disuapi barengan dengan kakak, tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Apalagi aku perempuan. Seperti terpenjara saja rasanya saat itu menjadi perempuan. Smua serba dilarang. Katanya, in the name of martabat perempuan! Basi!!...tidak untuk dipintarkan, melainkan untuk dibodohi. Itulah makanya, perempuan terkonstruksi oleh patriarki. Bahkan tak bebas menjadi dirinya sendiri.

Begitupun yang namanya ‘istri’, terpenjara yang sama. Hanya saja modelnya berbeda. Malah lebih parah lagi, perempuan atau aku bahkan sama sekali tak mengenal diriku lagi!. Aku adalah boneka ciptaan suami, pemanis pajangan status berumah tangga, pelacur setia disetiap tidurnya dan pelayan yang ramah dirumah tangganya. Itu aku, memposisikan apa itu ‘istri’ bagiku.

Dulu aku berjalan dengan kaki terantai. Dalam sel yang terbuat dari aneka perhiasan. Aku seperti kata lagu, adalah burung dalam sangkar emas; yang dipelihara, dibelai dan diberi makan dari dalam kurungan. Aku memang tak boleh terluka, tak boleh lelah dan tak boleh terlihat jelek. Aku harus tetap terlihat rapi, bagus dan bersiul indah; dari dalam kurungan. Sementara, si pemburu pergi lagi mencari buruan yang lainnya. Aku harus tetap terawat indah, tersenyum palsu dari dalam kurungan.

Ketika suatu hari, aku berhasil melarikan diri aku terbang bebas….

Memang aku bisa terbang bebas, tapi rantai itu masih tersisa dijemari kaki..itu yang membuatku tak bisa terbang tinggi…aku tersesat dalam hutan yang pekat, yang belum pernah aku jamah sama sekali. Aku terantuk batu, pohon, dan karang…aku coba tak merasakan sakitnya. Aku sadari, aku ketakutan…

Tapi satu hal yang paling kusukai dalam hidup duniawi ini adalah ‘prosesnya’. Itu yang membuat langkahku sekarang tegak. Beraniku muncul dan yang terpenting lagi adalah, aku bisa membuat keputusanku sendiri! Mengapa itu penting buatku? Yup, karena disitulah aku menyadari jika aku sudah menjadi aku. This is what I am…so, happy birthday to me…