Senin, 07 Desember 2009

BEBEK & AYAM BERCINTA


Senin, 7 des 09, 08:30 am
Pagi ini aku menyaksikan fenomena yang luarrr biasa…

Kebetulan aku sedang libur, pekerjaan rutin seperti menyapu, ngepel dan masak menjadi hal yang biasa kulakukan tiap kali ada dirumah. Sedang asyik-asyiknya aku ngepel teras depan rumahku..tiba-tiba perhatianku teralih oleh pemandangan yang menurutku lucu!. Seekor bebek putih yang tengah sibuk mengejar seekor ayam betina hitam. Nampaknya, si bebek ini sedang ingin bercinta. Kebetulan diantara kerumunan ayam hanya dialah bebek satu-satunya, apa mau dikata, ketika hasrat sudah membara; tak ada bebek, ayampun jadi!....hahahahaha…geli aku melihatnya. Si bebek mematuk leher sang ayam, sementara si ayam yang mungkin merasa risih? Terus tak mau diam. Sementara, sibebek juga tak mau kalah sigap, ia tak sedikitpun melepaskan patukannya. aku sendiri akhirnya, menghentikan pekerjaan ngepelku dan malah mengikuti kemana dua sejoli itu pergi, aku mengintai dari kejauhan. (ihh,najong! Pagi-pagi sudah ngintip yang lagi mau ‘gituan’ ): ) bebek tersebut mencoba menaiki si ayam, tetapi berulangkali meleset, lantaran tubuh bebek yang lebih besar ketimbang sang ayam yang lebih kecil (mungkin ayamnya baru beranjak dewasa). Setelah melalui usaha yang gigih, akhirnya sang bebek berhasil menaiki sang ayam, si ayampun nampaknya sudah lelah mengelak dan ia akhirnya pasrah saja. Entah kenapa, aku sangat menikmati sekali tontonan pagi itu. Aku sempat berfikir, apa yang dilakukan hewan itu tak jauh dari manusia, sama-sama punya hasrat! Hasrat untuk bercinta, inikah yang seringkali disebut manusia ‘hasrat binatang’ ketika ada manusia melakukan hal yang sama? Nampaknya begitu, lihat saja perilaku bebek itu, ia tak peduli itu ayam, ia tak peduli itu hitam, yang penting ia bisa lampiaskan birahinya. Manusia juga begitu, ia tak peduli itu anaknya, istri orang atau ibunya sendiri…ketika nafsu birahi menyelimuti akal dan hati, semua terlihat sama yang penting bisa terpenuhi!. Yups! Itu nafsu binatang!, lalu, perilaku si binatang sendiri apa perlu kita sebut juga sebaliknya?

Anyway, back to the stories. Si bebek ternyata masih perlu usaha lagi ketika ia sudah berhasil menaiki/meniduri si ayam untuk bisa penetrasi. Aku yang menyaksikan, jadi ikut tegang…tanpa disadari, aku sedang nongkrong di pinggiran kebun depan rumahku sambil memegang gagang pel-an. Aku meremas jari merasa gemas melihat usaha si bebek yang keras sekali untuk bisa penetrasi. Setelah sekian lama, akhirnya berhasil juga. Hanya sekitar satu menit saja yang dibutuhkan si bebek untuk bisa menyentuh liang pantat si ayam, setelah itu ia melepaskan si ayam. Si bebek lantas kabur begitu saja setelah kejadian. That’s it? Kataku dalam hati. Apa hewan tak melalui masa ‘menikmati’ percintaanya? Benar-benar binatang! Kataku geram!. Kasihan si ayam, mungkin ia tak menikmati hubungan kilat tersebut, atau mungkin ia juga terpaksa ya, karena sepertinya si bebek memang sedang memperkosanya. Seperti halnya manusia, dalam hubungan suami-istri, seringkali juga kejadian serupa. Suami melakukan penetrasi sekedar untuk memenuhi birahinya sendiri, tak memikirkan si istri, sehingga kenikmatannya hanya dirasakan dia sendiri sedangkan istrinya tidak. Atau ketika terjadi pemerkosaan terhadap dua kelamin berbeda tanpa ikatan, atau samakah artinya si istri tengah mengalami perkosaan dari sang suami? Perlukah kita mengecap suami itu binatang? Sementara percintaan yang mengasyikan itu adalah ketika kedua pasangannya saling memberi dengan ketulusan hati, tanpa paksaan, tanpa kekerasan.

Huffs!! Akhirnya pekerjaan mengepelku selesai sudah!. Aku melihat si bebek itu dari kejauhan, anehnya, si ayam hitam itu kini sedang bersamanya. Seperti sepasang sejoli yang tengah pacaran. Si ayam sedang mematuk-matuki punggung si bebek, seperti sedang membersihkan tubuh pasangannya. Keduanya tenggelam di tengah rerimbunan rerumputan, asyik sekali, akrab penuh kemesraan. Ternyata, zaman memang sudah modern, hewan pun tak lagi mengenal diskriminasi rasis dalam pergaulan. Lucunya, justru manusia sampai sekarang masih ada saja yang saling membedakan!. Malu ah sama ayam!.

Oia, satu lagi yang terlupa! Aku sempat kepikiran juga, jika terjadi kehamilan pada si ayam betina…nanti telurnya jadi seperti apa ya??????...................